Etik News. Way Kanan,
– Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah secara resmi menutup Festival Literasi Kabupaten Way Kanan Tahun 2025 melalui kegiatan Jalan Sehat yang dipusatkan di halaman Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah setempat, Jumat (21/11/2025).
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Way Kanan, Agung Bramtihally, SE., MM., menyampaikan bahwa puncak festival tahun ini ditandai dengan pelaksanaan Jalan Sehat sejauh kurang lebih 3 kilometer, sekaligus pembagian door prize bagi para peserta.
Agung menjelaskan bahwa kegiatan gerak jalan tersebut diikuti sekitar 700 peserta, terdiri dari pelajar SMP dan SMA se-Kecamatan Blambangan Umpu, para kepala OPD beserta istri dan staf, serta unsur Dharma Wanita Kecamatan.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian acara Festival Literasi 2025, Agung menegaskan bahwa Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Way Kanan kembali menjalankan aktivitas pelayanan seperti biasa, melayani masyarakat yang ingin membaca buku maupun mencari data terkait sejarah dan perkembangan Kabupaten Way Kanan.
“Selama lebih dari seminggu, kantor perpustakaan dipadati berbagai kegiatan perlombaan seperti Lomba Bertutur Bahasa Lampung dan Bahasa Inggris, Lomba Pidato, Bazaar Buku, Pameran Produk Literasi, Nobar Layar Pustaka, serta beragam kegiatan lainnya yang semuanya bertujuan menyemarakkan Festival Literasi 2025,” jelas Agung.
Pada hari penutupan, selain Jalan Sehat, juga dilaksanakan kegiatan donor darah yang dipusatkan di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Way Kanan.
Sementara itu, dalam sambutannya saat menutup Festival Literasi 2025, Bupati Way Kanan Ayu Asalasiyah, S.Ked., berharap kegiatan tersebut mampu memberikan dampak luas terhadap peningkatan kemampuan masyarakat Way Kanan.
Menurutnya, masyarakat harus mampu menjadi pelaku aktif yang produktif dan inovatif, bukan hanya sekadar menjadi penonton, melalui penguatan budaya literasi.
Literasi adalah kecakapan dalam mengakses, memahami, serta menggunakan informasi secara cerdas melalui berbagai cara seperti membaca, menyimak, menulis, berbicara, dan menghitung,” jelasnya.
Ayu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi di Way Kanan.
“Penguatan budaya literasi bukan hanya tanggung jawab sekolah atau perpustakaan, tetapi merupakan urusan kita bersama sebagai masyarakat yang beradab dan berkemajuan,” tutupnya. (Romy)






