WALHI Desak Pembongkaran Jaring Apung Lampung Marriott di Teluk Pandan

Etik NewsPesawaran.  — Pemasangan jaring apung oleh Lampung Marriott Resort & Spa di wilayah pesisir laut Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, terus menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari aktivis lingkungan WALHI Lampung yang mencurigai adanya potensi pelanggaran tata ruang laut.

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Lampung, Irfan Tri Musri, menegur keras pemasangan pagar laut berupa jaring apung tersebut. Menurutnya, aktivitas itu dinilai tidak mempertimbangkan dampak sosial, khususnya terhadap kehidupan masyarakat nelayan setempat.

“Pemasangan pagar laut berupa jaring apung oleh Lampung Marriott Resort itu tidak relevan, meskipun disebut memiliki Izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Jika bicara dampak, ini sangat berdampak, terutama terhadap akses nelayan karena wilayah tersebut merupakan tempat masyarakat mencari nafkah,” ujar Irfan kepada Handalonlie.com, Selasa (16/12/2025).

Irfan menambahkan, jaring apung yang membentang sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut berpotensi membatasi ruang gerak nelayan dan melanggar prinsip keadilan ruang laut. Ia pun mendesak agar pihak Lampung Marriott Resort segera mencabut dan membongkar pagar laut tersebut.

“Jangan sampai kepentingan pengembangan wisata justru mengorbankan hak-hak masyarakat pesisir. WALHI mencurigai adanya pelanggaran aturan tata ruang laut dan mendesak pemerintah untuk menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab, termasuk kemungkinan keterlibatan perusahaan swasta besar,” tegasnya.

Sebelumnya, menyikapi keluhan nelayan Teluk Pandan terkait pagar laut tersebut, Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, sempat berjanji akan mempertemukan pihak hotel dengan para nelayan. Namun hingga kini, pertemuan tersebut belum juga terealisasi.

Sementara itu, tanggapan berbeda disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesawaran, Linda. Ia menilai pemasangan jaring laut tersebut justru memiliki dampak positif karena berfungsi menghalau sampah agar tidak masuk ke kawasan pantai.

“Pemasangan jaring laut di perairan pantai Marriott murni untuk menghalau sampah agar tidak masuk ke pantai, mengingat Marriott merupakan destinasi wisata. Harapannya, pengunjung merasa nyaman dengan kebersihan pantai. Tidak ada relevansinya antara jaring laut dengan kerusakan ekosistem pesisir di sekitar Marriott, bahkan pihak hotel juga memberi makan ikan di area pantai,” ujar Linda melalui pesan WhatsApp.

(Red)