Etik News|Mesuji — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, melakukan groundbreaking pembangunan ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Mesuji, Rabu (6/5/2026).
Pembangunan jalan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata.
Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa Mirza itu menegaskan bahwa ruas jalan Brabasan–Wiralaga memiliki posisi penting sebagai pintu gerbang masuk ke Provinsi Lampung dari wilayah Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
“Ini adalah jalan paling ujung di Provinsi Lampung. Kesan pertama ketika orang masuk Lampung harus langsung terasa—jalannya sudah bagus,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kualitas infrastruktur di wilayah perbatasan harus menjadi representasi wajah daerah. Oleh karena itu, Gubernur meminta pihak kontraktor untuk mengerjakan proyek ini dengan standar terbaik.
Gubernur Mirza juga mengingatkan bahwa jalan tersebut harus memiliki daya tahan tinggi, minimal 15 tahun, mengingat tingginya intensitas kendaraan berat yang melintas, terutama angkutan hasil perkebunan seperti kelapa sawit, karet, dan singkong.
“Minimal satu kali pembangunan harus bertahan 15 tahun. Mobil apa pun yang lewat harus kuat, karena di sini kendaraan besar semua,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk memastikan pembangunan yang merata hingga ke wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.
“Kita ingin pembangunan tidak hanya terpusat di kota. Mesuji memang jauh dari Bandar Lampung, tapi tidak boleh jauh dari pembangunan,” tambahnya.
Gubernur berharap pembangunan ruas jalan ini dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat antarprovinsi.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menjelaskan bahwa ruas Brabasan–Wiralaga memiliki panjang total sekitar 29,443 kilometer, dengan penanganan efektif pada tahun ini sepanjang 8,825 kilometer.
Proyek ini menggunakan konstruksi rigid pavement (beton) dengan nilai kontrak sebesar Rp100 miliar. Lebar jalan juga ditingkatkan dari sekitar 5 meter menjadi 8,4 meter.
“Dari total panjang sekitar 29 kilometer, kerusakan yang ditangani sekitar 8,6 kilometer. Tahun ini kita kerjakan 8,8 kilometer, sehingga melebihi kebutuhan perbaikan,” jelasnya.
Pembangunan ditargetkan rampung dalam 240 hari kalender dan diupayakan selesai lebih cepat, yakni pada September 2026. Dengan perbaikan ini, tingkat kemantapan jalan di ruas tersebut ditargetkan mencapai 100 persen pada akhir tahun.
Secara keseluruhan, Kabupaten Mesuji memiliki dua ruas jalan provinsi dengan total panjang 41,045 kilometer, dengan tingkat kemantapan saat ini mencapai 78,99 persen.
Bupati Mesuji, Elfianah, menyambut baik dimulainya pembangunan tersebut. Ia menyebut proyek ini sebagai harapan baru bagi masyarakat yang telah lama menantikan perbaikan akses jalan utama.
“Pembangunan jalan ini membawa harapan baru bagi masyarakat kami. Ini bukan hanya soal akses, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, hingga pengembangan UMKM,” ujarnya.
Ia juga berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat diikuti dengan penguatan sektor lain seperti pertanian, perkebunan, dan pemberdayaan desa.
Ruas Brabasan–Wiralaga sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan pusat-pusat produksi di Kabupaten Mesuji yang didominasi oleh sektor perkebunan kelapa sawit, serta menjadi akses utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarprovinsi.
(***)
