Etik News. Lampung – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Wartawan Independen Nusantara (For-WIN), Aminudin, SP, mengecam keras tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum yang mengaku sebagai wartawan. Kecaman tersebut disampaikan menyusul viralnya video dugaan aksi tidak profesional oleh oknum wartawan di Kabupaten Lampung Tengah.
Aminudin menegaskan bahwa tindakan anarkis dalam bentuk apa pun—baik melalui konfirmasi langsung, pesan WhatsApp, maupun telepon—tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, perilaku seperti itu mencoreng nama baik profesi wartawan.
Orang seperti ini jeblosin saja! Perusak nama baik profesi!” tegas Aminudin menanggapi video viral oknum wartawan di Lampung Tengah baru-baru ini.
Lebih lanjut, Aminudin menyatakan bahwa For-WIN berkomitmen menjaga integritas dan profesionalisme wartawan. Organisasi tidak akan mentolerir tindakan yang melanggar Kode Etik Jurnalistik maupun yang merugikan masyarakat.
Ia juga mengimbau seluruh anggota For-WIN untuk selalu menjunjung tinggi etika profesi serta bertindak profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Aminudin mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang mengaku wartawan namun berperilaku meresahkan.
Sebelum memberikan informasi, masyarakat sebaiknya memverifikasi identitas wartawan. Mintalah kartu pers atau surat tugas dari media tempatnya bekerja,” jelasnya.
Ia menambahkan, apabila ditemukan oknum yang mencurigakan atau bertindak tidak profesional, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwajib atau organisasi wartawan terdekat.
Sebagai langkah konkret, For-WIN akan terus mengadakan edukasi dan pelatihan bagi anggota guna memperkuat pemahaman tentang kode etik jurnalistik dan profesionalisme dalam bekerja. Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah pelanggaran etika dan menjaga marwah profesi.
Aminudin berharap kasus tersebut menjadi pelajaran berharga bagi seluruh wartawan agar senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap liputan.
Pers yang profesional dan berintegritas adalah pilar penting dalam menjaga demokrasi. Mari kita bersama-sama mewujudkan pers yang bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan publik,” pungkasnya.
(Tim/Red)
