Etik News| Bandar Lampung, — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, pembangunan daerah tidak boleh hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang beriman, berakhlak, dan berkarakter menjadi fondasi utama menuju Generasi Emas Lampung.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026 di Masjid Raya Al-Bakrie, Enggal, Bandar Lampung, Sabtu (26/9/2026) malam.
“Saya selalu meyakini, membangun Lampung tidak cukup hanya dengan membangun jalan, jembatan, dan gedung. Yang paling penting adalah membangun manusianya,” tegas Gubernur Mirza.
Maulid Arbain Lampung 2026 sendiri merupakan agenda keagamaan tahunan berupa pembacaan Maulid Nabi selama 40 malam berturut-turut. Tahun ini mengusung tema “Lampung Bersinar” (Bersih Narkoba) sebagai gerakan moral untuk mengajak generasi muda menjauhi narkoba dan perilaku negatif. Rangkaian acaranya diisi dengan pembacaan Ratib, Shalawat Simthudduror, serta tausiyah dari para habaib, kiai, dan asatidz.
Menurut Gubernur Mirza, peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti sebagai seremonial semata. Esensi kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki akhlak, memperbaiki cara kita bekerja, cara kita bertetangga, dan cara kita membangun kehidupan bersama. Teladani kejujuran, kelembutan terhadap keluarga, dan kasih sayang kepada sesama,” ujarnya.
Program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Hafiz
Sebagai bentuk komitmen, Gubernur memaparkan fokus Pemprov Lampung pada penguatan SDM melalui program Satu Desa Satu Sarjana dan Satu Desa Satu Hafiz Al-Qur’an setiap tahun.
Ia menargetkan dalam 3-5 tahun ke depan, tidak ada lagi desa dan masjid jami di kampung yang tidak memiliki imam hafiz Al-Qur’an. Kehadiran ulama di desa diharapkan semakin kuat untuk membimbing generasi muda.
“Pemerintah tidak bisa sendirian meningkatkan kualitas SDM. Harus dibantu dan diarahkan oleh para alim, para habib, dan para ulama,” kata Mirza.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum Majelis Maulid Arbain Lampung 2026, Al Habib Muhammad Syauqi bin Taufiq Al-Muhdhor, beserta seluruh panitia, donatur, dan tuan rumah yang telah menyukseskan kegiatan yang telah berjalan selama sembilan tahun ini.
“Terima kasih kepada seluruh pihak. Semoga shalawat, doa, dan kebersamaan selama 40 malam ini membawa keberkahan untuk masyarakat Lampung,” ucapnya.
Acara penutupan turut dihadiri Kapolda Lampung, unsur Korem 043/Gatam, para habaib dan ulama, serta ribuan jamaah. Rangkaian acara diisi dengan pembacaan ratib dan zikir, pembacaan maulid, mahalul qiyam, serta ceramah agama oleh KH Muhammad Idror Maimoen Zubair, Dr. Al Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas, dan Dr. Al Habib Ali Zainal Abidin Al-Kaff.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan prosesi ijab kabul pernikahan Muhammad Renaldo Aldriawan dan Siti Fatonah, yang menjadi simbol bertemunya nilai keagamaan, sosial, dan kebersamaan masyarakat






