Etik News | Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menyambut positif kolaborasi antara Program Desaku Maju milik Pemerintah Provinsi Lampung dengan program Desa BRILiaN dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sinergi ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan dan pemberdayaan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Hal tersebut disampaikan Gubernur yang akrab disapa Mirza saat menerima kunjungan kerja jajaran PT BRI Regional Office Bandar Lampung di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas upaya bersama dalam mendorong desa menjadi lebih produktif, mandiri, dan mampu mengembangkan potensi unggulan secara berkelanjutan.
Gubernur Mirza menegaskan bahwa Provinsi Lampung memiliki kekuatan besar di sektor pertanian yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Komoditas seperti padi, jagung, dan singkong menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa yang perlu didorong melalui pendekatan terintegrasi.
Menurutnya, potensi tersebut harus terhubung langsung dengan program pembangunan desa agar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Program Desaku Maju hadir untuk memastikan hasil produksi tidak berhenti di sektor hulu, tetapi juga berkembang hingga ke hilir.
Kita ingin petani tidak hanya berproduksi, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui pengolahan, pemasaran, hingga penguatan kelembagaan ekonomi,” ujar Mirza.
Ia menjelaskan, Program Desaku Maju dirancang untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan sektor unggulan. Program ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan BUMDes dan koperasi, serta dukungan alat produksi dan inovasi berbasis kebutuhan lokal.
Dengan pendekatan tersebut, komoditas unggulan seperti padi, jagung, dan singkong diharapkan tidak hanya menjadi hasil panen, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah, seperti pangan olahan, pakan ternak, hingga berbagai produk turunan lainnya.
Jika berjalan optimal, desa akan semakin mandiri, ekonomi tumbuh dari desa, petani sejahtera, dan Lampung semakin kuat sebagai penopang pangan nasional,” tambahnya.
Gubernur Mirza juga menilai kolaborasi dengan BRI merupakan langkah tepat karena memiliki kesamaan visi dalam pembangunan desa. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi program secara nyata di lapangan.
“Kita memiliki tujuan yang sama. Kolaborasi ini menjadi kekuatan untuk memajukan desa dan memaksimalkan potensi yang sudah ada,” tegasnya.
Sementara itu, Regional CEO PT BRI Regional Office Bandar Lampung, Andreas Chandra Santoso, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program Desa BRILiaN yang sejalan dengan konsep Desaku Maju.
“Kami memiliki program pemberdayaan desa melalui penguatan ekonomi lokal, yaitu Desa BRILiaN. Konsepnya sejalan, yakni mendorong desa menjadi maju dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Ia menambahkan, kedua program tersebut akan disinergikan untuk memperkuat dampak pembangunan desa, khususnya dalam pengembangan komoditas unggulan daerah seperti padi, jagung, singkong, dan kopi.
Menurut Andreas, pada tahun ini BRI menargetkan sekitar 90 desa binaan yang akan mendapatkan program Desa BRILiaN, termasuk desa-desa yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
Kami menargetkan sekitar 90 desa untuk program ini, dan terdapat sekitar 30 desa kandidat yang akan segera ditindaklanjuti bersama Pemprov Lampung,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting dalam mendorong desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Selama ini program berjalan sendiri-sendiri. Ketika disinergikan, ternyata memiliki tujuan yang sama. Ini menjadi potensi besar untuk berkembang bersama dan memajukan desa,” pungkasnya.
(***)






