Etik News | Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Institut Agama Islam (IAI) Darul Fattah Lampung untuk berperan aktif membentuk sumber daya manusia (SDM) yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berlandaskan nilai-nilai agama.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menghadiri Wisuda ke-15 IAI Darul Fattah Lampung di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (1/11/2026). Sebanyak 191 wisudawan-wisudawati Program Sarjana (S-1) mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Mirza menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja keras, doa orang tua, bimbingan para dosen, serta pertolongan Allah SWT,” ujar Mirza.
Ia mengatakan, dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perubahan struktur dunia kerja, hingga tantangan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut menuntut lahirnya SDM yang adaptif tanpa kehilangan nilai moral.
”Kalau daerah ingin maju, maka yang harus dibangun terlebih dahulu adalah kualitas sumber daya manusianya. Ketika SDM-nya baik, peradabannya juga akan baik,” kata dia.
Menurut Gubernur, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju melalui visi Indonesia Emas 2045. Selain didukung kekayaan sumber daya alam, Indonesia juga akan menikmati bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Peluang tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan penguatan karakter dan kualitas SDM melalui pendidikan yang berlandaskan nilai keagamaan.
”Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, budaya, dan peradaban bangsa. Karena itu, penguatan agama menjadi fondasi penting dalam membangun SDM yang berkualitas,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza juga mengapresiasi IAI Darul Fattah Lampung yang dinilai konsisten berkontribusi mencetak generasi muda berlandaskan nilai-nilai Islam.
Ia berharap 191 lulusan tersebut mampu berkiprah di berbagai bidang profesi, baik sebagai pendidik, ulama, aparatur, maupun pengusaha, dengan tetap menjadikan nilai agama sebagai pedoman.
”Kalian mungkin akan menempuh profesi yang berbeda-beda, tetapi kalian sudah memiliki pondasi yang kuat, yaitu agama. Jadikan setiap pekerjaan, jabatan, dan aktivitas sebagai ladang amal serta mengajak masyarakat kepada kebaikan,” pesannya.
Gubernur menegaskan, Pemerintah Provinsi Lampung siap memberikan dukungan dan akses seluas-luasnya agar pendidikan berbasis nilai agama dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.
Sementara itu, Rektor IAI Darul Fattah Lampung Ahmad Hadi Setiawan menyampaikan, pada tahun akademik 2026, IAI Darul Fattah meluluskan 191 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah yang berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Ahmad Hadi mengungkapkan, sebanyak 85 persen lulusan tahun ini telah terserap di dunia kerja. Capaian tersebut didukung peran Career Center kampus yang melakukan proyeksi karier serta memfasilitasi penempatan mahasiswa menjelang kelulusan.
”Hal ini menjadi salah satu keunggulan IAI Darul Fattah dibandingkan perguruan tinggi lain, karena mahasiswa telah dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja sejak menjelang akhir masa studi,” jelasnya.
Ia berpesan agar wisuda tidak dimaknai sekadar penanda selesainya pendidikan strata satu, melainkan menjadi awal pengabdian lulusan sebagai agen perubahan dan pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.












