Etik News. Bandar Lampung. – Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) Wilayah Lampung melalui program Paralegal Muslimat NU melaksanakan kegiatan penyuluhan hukum dan motivasi di MTs Mathla’ul Anwar, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, pada Jumat (24/10/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “Mewujudkan Anak Bangsa yang Hebat.”
Kepala MTs Mathla’ul Anwar, Marlenavia, S.Sos, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada tim Paralegal Muslimat NU atas kolaborasi dan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.
Kami sangat berterima kasih atas sinergitas yang telah dibangun oleh Paralegal NU dalam memberikan penyuluhan hukum dan motivasi kepada anak-anak didik kami. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter dan kesadaran hukum para siswa,” ujar Marlenavia.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 40 siswa kelas VII dan VIII yang tampak antusias mengikuti rangkaian penyuluhan dari awal hingga akhir.
Sementara itu, Khalida, S.H., C.Med, selaku Koordinator Paralegal NU Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa kehadiran timnya bertujuan memberikan edukasi hukum dan pembinaan karakter kepada generasi muda.
“Kami hadir bersama tim yang berjumlah lima orang, yaitu Sri Mastuti, Siti Ulfah, Inayah Hamhij, dan Salsabila Faidha Azzahra. Melalui penyuluhan ini kami ingin menanamkan kesadaran hukum sejak dini dan membentuk anak bangsa yang berakhlak serta tangguh menghadapi tantangan zaman,” jelasnya.
Materi pertama disampaikan oleh Sri Mastuti, yang membahas tentang kenakalan remaja seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, perundungan (bullying), dan perusakan fasilitas umum.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa tindakan-tindakan tersebut dapat berdampak buruk pada masa depan remaja dan harus dicegah sejak dini.
Dilanjutkan oleh Inayah, Siti Ulfah, dan Salsabila Faidha Azzahra, para paralegal ini juga memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying. Mereka menjelaskan bahwa perilaku bullying dapat berupa ucapan menyakitkan, pemukulan, penggencetan, hingga penyebaran foto tidak pantas di media sosial.
Dampak bullying bisa sangat berat bagi korban, mulai dari rasa rendah diri, menarik diri dari pergaulan, hingga keinginan untuk berhenti sekolah. Karena itu, penting bagi kita semua menanamkan nilai agama dan moral agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia,” ungkap salah satu pemateri.
Selain itu, tim Paralegal Muslimat NU juga memberikan penyuluhan mengenai bahaya pernikahan dini. Mereka menekankan bahwa pernikahan pada usia muda berisiko terhadap kesehatan fisik dan mental, serta dapat menghambat remaja dalam mengembangkan potensi dan mengakses pendidikan yang lebih tinggi.
Pernikahan dini sering kali menyebabkan hilangnya kesempatan pendidikan dan memperpanjang siklus kemiskinan. Karena itu, penting bagi remaja untuk memahami risiko dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” tegas Khalida.
Kegiatan penyuluhan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan motivasi bagi para siswa agar terus semangat belajar, berakhlak baik, serta memahami pentingnya taat hukum dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Sekolah Marlenavia menambahkan bahwa pihaknya sangat berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut secara berkesinambungan.
Kami berharap kerja sama seperti ini bisa terus berjalan, karena pendidikan karakter dan kesadaran hukum harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak menjadi generasi yang unggul, disiplin, dan berakhlak mulia,” pungkasnya.
(Red)






