Etik News | Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mendampingi langsung pelaksanaan Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi 2026 di Mal Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung, Sabtu (11/7/2026). Kehadiran Wagub menjadi bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Lampung terhadap upaya Badan Pusat Statistik (BPS) menghimpun data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Jihan mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus agar hasil pendataan mampu menggambarkan kondisi perekonomian daerah secara utuh.
“Tetap semangat mendata masyarakat, jangan lupa selalu memakai atribut resmi seperti rompi dan tanda pengenal agar masyarakat percaya kepada petugas saat melakukan sensus. Laksanakan tugas dengan baik dan profesional,” pesan Jihan kepada para petugas sensus.
Kegiatan yang digelar BPS Provinsi Lampung itu turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo, Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution, serta General Manager Mal Boemi Kedaton Deviana.
Wagub bersama rombongan mendampingi petugas BPS melakukan pendataan di sejumlah tenant usaha, termasuk restoran Shabu Kitchen Onago. Di lokasi tersebut, petugas melakukan wawancara kepada pengelola usaha sesuai instrumen Sensus Ekonomi 2026.
Usai pendataan, Jihan meninjau Pos Sensus Ekonomi 2026 di kawasan MBK dan berdialog dengan petugas lapangan. Ia kembali mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan kepercayaan masyarakat selama proses pendataan berlangsung.
Menurutnya, penggunaan atribut resmi menjadi bagian penting untuk membangun kredibilitas petugas sehingga masyarakat dapat mengenali petugas BPS dan merasa aman saat memberikan informasi.
Pemerintah Provinsi Lampung menilai Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen strategis dalam menghasilkan data ekonomi yang lengkap, valid, dan berkualitas. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan, mulai dari pengembangan dunia usaha, peningkatan investasi, hingga pemberdayaan pelaku UMKM.
Pada pelaksanaan sensus tahun ini, mal dan pusat perbelanjaan menjadi salah satu fokus pendataan karena memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi daerah. Pendataan mencakup berbagai jenis usaha, seperti restoran, gerai ritel, supermarket, department store, hingga hypermarket.
Selain menjadi pusat perdagangan dan hiburan, keberadaan pusat perbelanjaan juga dinilai berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang sebagai tenant.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan sensus, BPS Kota Bandar Lampung juga terus melakukan sosialisasi kepada pengelola mal dan pelaku usaha agar memahami pentingnya memberikan data yang akurat.
Salah seorang perwakilan tenant, Sherin dari Shabu Kitchen Onago, mengaku proses pendataan berjalan lancar dan seluruh pertanyaan yang diajukan petugas mudah dipahami.
“Lancar tanpa kendala. Jawabannya cukup spontan dan disampaikan apa adanya saja. Senang juga karena tadi pendataannya ada Ibu Wakil Gubernur,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemprov Lampung berharap tersedianya data ekonomi yang akurat dapat menjadi fondasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.












