Etik News | Bandar Lampung — Provinsi Lampung kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sentra peternakan dan pemasok hewan kurban nasional. Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, permintaan hewan kurban asal Lampung mengalami peningkatan signifikan, terutama pada komoditas sapi dan domba.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung, Lili Mawarti, menyampaikan bahwa tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai daerah menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas serta ketersediaan ternak asal Lampung.
“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar Lili Mawarti, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Lampung, penjualan sapi pada tahun 2026 mencapai 60.429 ekor, meningkat 40,15 persen dibandingkan tahun 2025 yang tercatat sebanyak 43.116 ekor.
Peningkatan juga terjadi pada ternak kerbau. Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 242 ekor, sedangkan pada tahun 2026 meningkat menjadi 337 ekor atau naik 39,25 persen.
Lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas domba. Dari 1.764 ekor pada tahun 2025, jumlah penjualan meningkat menjadi 3.912 ekor pada tahun 2026 atau tumbuh sekitar 121,76 persen.
Sementara itu, ternak kambing mengalami sedikit penurunan. Jika pada tahun 2025 tercatat sebanyak 143.335 ekor, maka pada tahun 2026 menjadi 139.917 ekor, atau turun sekitar 2,38 persen.
Menurut Lili, penurunan tersebut diduga dipengaruhi oleh perubahan preferensi masyarakat dalam memilih hewan kurban.
“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.
Data tersebut dihimpun dari lalu lintas ternak antarprovinsi serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia.
Selain memenuhi kebutuhan hewan kurban di dalam daerah, Lampung juga menjadi pemasok utama bagi sejumlah provinsi di Indonesia. Untuk ternak sapi, distribusi dilakukan ke Jakarta, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.
Adapun distribusi kambing dan domba dilakukan ke Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Tengah.
Meningkatnya pasokan sapi dan domba tersebut sejalan dengan bertambahnya kapasitas produksi peternak, semakin baiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat menjelang Iduladha.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.
“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkas Lili.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang sehat, cukup umur, serta telah melalui pemeriksaan petugas kesehatan hewan. Posko pemeriksaan kesehatan hewan turut disiagakan di sejumlah titik keluar-masuk ternak guna memastikan hewan kurban yang aman, sehat, dan sesuai syariat.






