Etik News. Bandar Lampung, — Penyakit jantung bawaan (PJB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius pada anak yang membutuhkan perhatian bersama. Setiap tahunnya, angka kasus PJB terus ditemukan pada bayi dan anak di berbagai daerah.
Menurut dr. Terrance, tantangan utama saat ini bukan hanya tingginya angka kejadian, tetapi juga keterbatasan deteksi dini serta akses layanan kesehatan yang belum merata, termasuk di Provinsi Lampung. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi serius hingga meningkatkan risiko kematian pada anak dengan PJB berat.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan screening ini tercatat sekitar 70 peserta yang menjalani pemeriksaan di Klinik PMC dengan rentang usia 3 bulan hingga 17 tahun. Sementara itu, di RSUD Abdul Moeloek ditargetkan sekitar 50 pasien untuk mengikuti pemeriksaan serupa.
Program ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara dini kelainan jantung pada bayi dan anak, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal dalam melakukan deteksi awal, serta membangun sistem rujukan yang efisien untuk perawatan lanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Terrance menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara PERKI Lampung, Yayasan Jantung Indonesia (YJI), serta berbagai mitra kesehatan lainnya dalam meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya deteksi dini penyakit jantung bawaan.
Melalui kegiatan ini, PERKI Lampung bersama YJI dan mitra kesehatan lainnya berkomitmen meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan masyarakat, khususnya orang tua, tentang cara mendeteksi dini penyakit jantung bawaan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar sekaligus menjadi momentum peningkatan pelayanan kesehatan jantung bawaan di Provinsi Lampung,” pungkasnya.
Sebagai bentuk empati dan dukungan nyata, YJI Provinsi Lampung juga menyerahkan bantuan pendampingan kepada pasien penyandang penyakit jantung bawaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para orang tua sekaligus menegaskan bahwa mereka tidak menghadapi perjuangan ini sendirian.
Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan terkait penyakit jantung bawaan yang disampaikan oleh dr. Dwi Krisnawati, Sp.JP., FIHA, Spesialis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah.
(Red)
