Etik News | Pesawaran, 11 September 2026 — Persoalan pembangunan daerah tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga harus menjadi perhatian para pemuda yang memiliki energi, gagasan, dan daya pikir kritis.
Dengan kesadaran tersebut, Rembuk Pemuda Lampung — sebuah wadah penghimpun aspirasi kaum muda — mengadakan kegiatan Diskusi Publik yang digelar di Namuin Cafe, dengan tema: “Pesawaran Berdiskusi, Saatnya Pemuda Peduli”.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang terbuka bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan, mengkaji berbagai persoalan daerah, serta merumuskan solusi, guna mendorong lahirnya kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Pesawaran.
Ketua Rembuk Pemuda Lampung, Alvin Rahmat Dhani, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud kepedulian kaum muda terhadap kondisi dan masa depan daerahnya.
“Kami ingin menghadirkan ruang di mana pemuda tidak hanya menjadi penonton atas persoalan yang terjadi di daerah, tetapi ikut membahas, mengkaji, dan mencari jalan keluar atas segala tantangan yang ada di Pesawaran,” ujar Alvin, sosok muda yang penuh semangat.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai sasaran berbagai program pembangunan, melainkan harus diberi ruang seluas-luasnya sebagai pihak yang ikut menentukan arah kebijakan.
Alvin menilai, forum diskusi seperti ini merupakan langkah awal yang penting untuk menumbuhkan budaya kepedulian di kalangan pemuda.
“Kepedulian bukan hanya berarti mengkritik pemerintah. Peduli juga berarti mau memahami akar persoalan, menyampaikan gagasan yang membangun, dan ikut berperan mencari jalan penyelesaiannya. Oleh karena itu, pemuda harus berani hadir dan bersuara di ruang-ruang publik,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial semata. Diskusi yang berlangsung harus mampu melahirkan gagasan yang nyata, dapat ditindaklanjuti, serta menjadi bahan pertimbangan yang berharga bagi para pemangku kebijakan di Kabupaten Pesawaran.
Sementara itu, Hakiki, putra daerah sekaligus Koordinator Rembuk Pemuda Pesawaran, menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang menyangkut kaum muda di daerah perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki pemuda harus diimbangi dengan ruang pengembangan, peningkatan kemampuan, serta kesempatan yang setara untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan.
“Pemuda Pesawaran memiliki potensi yang sangat besar. Yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana potensi tersebut diberi ruang untuk berkembang, dan bagaimana pihak pemerintah membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi kami para pemuda?” ungkap Hakiki.
Ia menambahkan, hubungan antara pemerintah dan kaum muda seharusnya tidak hanya terbatas pada pelaksanaan program-program yang sudah jadi, melainkan juga dibangun melalui komunikasi dan dialog yang berjalan terus-menerus.
Pemerintah, kata Hakiki, perlu mendengar secara langsung apa yang menjadi keresahan, kebutuhan, serta gagasan yang tumbuh di tengah masyarakat muda.
“Jika kita menginginkan pembangunan Pesawaran benar-benar menjawab kebutuhan seluruh masyarakat, maka suara pemuda juga wajib didengar. Jangan sampai pemuda baru dilibatkan ketika sebuah kebijakan atau program sudah selesai disusun sepenuhnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan “Pesawaran Berdiskusi, Saatnya Pemuda Peduli” ini, para pemuda diharapkan dapat menjadikan ruang diskusi sebagai titik awal untuk membangun kesadaran dan kepedulian yang nyata terhadap daerahnya. Kritik yang disampaikan kepada pemerintah, menurut para penggagas kegiatan, adalah hal yang wajar dan harus lahir dari kalangan pemuda — namun harus disampaikan sebagai bagian dari pengawasan sosial yang membangun, serta selalu disertai dengan gagasan dan tawaran solusi.
Alvin menegaskan, pemuda tidak boleh hanya menjadi generasi yang mewarisi masalah dari generasi sebelumnya.
“Janganlah kita hanya menjadi generasi yang menerima warisan persoalan, atau sekadar pandai menemukan masalah. Kita wajib menjadi generasi yang berani menyusun gagasan sekaligus ikut mewujudkan solusinya. Kondisi Pesawaran saat ini maupun masa depannya, adalah tanggung jawab kita para pemudanya,” pungkas Alvin.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah penyatuan berbagai pemikiran, sekaligus memperkuat kesadaran bersama bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat — termasuk pemuda, sebagai salah satu kekuatan utama yang menentukan arah masa depan Kabupaten Pesawaran.
