Etik News | Bandar Lampung, 26 Mei 2026Ketua KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) Provinsi Lampung, Iqbal Putra Panglima, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, kepada seluruh umat Islam, khususnya masyarakat Provinsi Lampung.
Dalam momentum Hari Raya Kurban tersebut, Iqbal mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idul Adha sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, keikhlasan, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan pengorbanan kita semua. Atas nama pribadi dan keluarga besar KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) Provinsi Lampung, saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Semoga Idul Adha ini membawa keberkahan, kedamaian, dan mempererat tali silaturahmi di antara kita,” ujar Iqbal Putra Panglima.
Menurutnya, Idul Adha memiliki makna yang sangat mendalam sebagai puncak ketakwaan, pengorbanan, dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah SWT. Nilai tersebut tercermin melalui pelaksanaan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban yang menjadi simbol ketaatan serta pengabdian kepada Sang Pencipta.
Ia menjelaskan bahwa hakikat ibadah kurban tidak semata-mata terletak pada darah atau daging hewan yang disembelih, melainkan pada ketulusan hati dan ketakwaan yang melandasinya. Sebagaimana terkandung dalam Surah Al-Hajj ayat 37, Allah SWT menilai ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba dalam menjalankan ibadahnya.
Selain memiliki dimensi spiritual, ibadah kurban juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dan solidaritas antarsesama. Pembagian daging kurban kepada masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan mereka yang membutuhkan, mencerminkan semangat kebersamaan, pemerataan kesejahteraan, serta tumbuhnya rasa empati dalam kehidupan sosial.
Lebih jauh, Iqbal menilai bahwa kurban juga mengajarkan manusia untuk menaklukkan ego dan mengendalikan sifat-sifat negatif dalam diri, seperti kesombongan, ketamakan, dan sikap mementingkan kepentingan pribadi.
“Semangat berkurban mengajarkan kita untuk mendahulukan kepentingan bersama, membangun solidaritas, serta memperkuat hubungan sosial yang harmonis,” tambahnya.
Momentum Idul Adha juga tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci yang sarat dengan nilai kesetaraan. Dalam ibadah tersebut, seluruh umat manusia berdiri sejajar di hadapan Allah SWT tanpa memandang status sosial, jabatan, maupun kekayaan.
Melalui peringatan Idul Adha 1447 Hijriah, diharapkan masyarakat dapat semakin memperkuat hubungan kepada Allah SWT (hablum minallah) serta hubungan antarsesama manusia (hablum minannas), sehingga nilai keikhlasan, kemanusiaan, dan kepedulian dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
(Gbs)








