Etik News | Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk menjadi pelopor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus motor penggerak pembangunan daerah.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII IPM Provinsi Lampung yang berlangsung di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu (10/6/2026).
Di hadapan ratusan kader IPM dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung, Jihan menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus dimiliki setiap pelajar agar mampu menjadi pemimpin sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
“Pertama adalah intelektualitas. Tugas utama pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Ilmu pengetahuan akan menjadi kompas dalam menentukan arah kehidupan,” ujar Jihan.
Selain intelektualitas, Jihan menekankan pentingnya karakter dan moral sebagai pondasi dalam membentuk pribadi yang unggul. Menurutnya, kecerdasan tanpa integritas tidak akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, tanpa karakter yang baik, integritas, dan akhlak mulia, maka ilmu tersebut tidak akan bertahan lama manfaatnya. Masyarakat akan lebih menghargai pribadi yang berakhlak daripada sekadar pintar,” katanya.
Pilar ketiga yang harus dimiliki pelajar, lanjut Jihan, adalah kepekaan sosial. Generasi muda dituntut mampu memahami berbagai persoalan di lingkungan sekitar serta memiliki kepedulian untuk turut menghadirkan solusi.
“Pelajar harus memiliki sense of crisis dan peka terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Jangan hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami realitas sosial dan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Jihan juga mengajak IPM menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih perlu terus didorong. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah.
Karena itu, peran organisasi pelajar dinilai sangat penting untuk membangun motivasi pendidikan di kalangan generasi muda.
“Saya berharap teman-teman IPM dapat menjadi influencer positif dan motor penggerak bagi anak-anak yang putus sekolah agar kembali memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ini adalah pekerjaan besar yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.
Jihan menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini tengah merumuskan berbagai program intervensi di bidang pendidikan guna memperluas akses belajar bagi masyarakat, termasuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau hingga ke wilayah pedesaan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk IPM, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM Lampung,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, menyampaikan bahwa selama periode kepengurusan 2023–2026, IPM Lampung telah menjalankan berbagai program yang memberikan dampak positif bagi pelajar dan masyarakat.
Mengusung tema besar “Rumah Karya Pelajar”, IPM Lampung berhasil melaksanakan 63 kegiatan yang melibatkan lebih dari 28 ribu pelajar dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar non-Muhammadiyah dan non-Muslim sebagai wujud komitmen terhadap nilai inklusivitas.
Firdaus menjelaskan, berbagai program kaderisasi, pengembangan kepemimpinan, peningkatan literasi, hingga pengabdian masyarakat terus dijalankan untuk menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk persoalan perundungan (bullying) dan rendahnya budaya literasi.
“IPM harus hadir sebagai solusi. Kami percaya bahwa penguatan kepemimpinan pelajar, nilai-nilai Islam, dan semangat berkarya dapat menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, jaringan organisasi IPM di Lampung terus berkembang dengan keberadaan 15 Pimpinan Daerah IPM, 53 Pimpinan Cabang IPM, dan 184 Pimpinan Ranting IPM yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung.
Muswil XXIII IPM Lampung menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi, menyusun program kerja strategis, serta memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
Melalui forum musyawarah ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan keputusan strategis yang semakin memperkuat kontribusi pelajar Muhammadiyah dalam pembangunan daerah serta mendukung terwujudnya SDM unggul menuju Lampung yang maju, inklusif, dan berdaya saing.












