Etik News. – Bandarlampung, 2-10-2025 Warga sekitar Pasar Tempel yang berlokasi di Perumahan Beringin Jaya, Jl. Gunung Alif, Kelurahan Beringin Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung, mengeluhkan kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan. Sampah yang menumpuk di area pasar menimbulkan aroma tak sedap dan mengganggu kenyamanan warga.
Warga perumahan menyampaikan keresahan atas keberadaan pasar tersebut yang beroperasi di atas lahan fasilitas umum (fasum) yang seharusnya diperuntukkan sebagai taman. Mirisnya lagi, lokasi pasar berdampingan langsung dengan sebuah sekolah Taman Kanak-kanak (TK), hanya dipisahkan oleh satu jalan kecil.
Menurut keterangan pemilik warung, Aldo, serta warga lainnya, Ita dan Tata, pasar tempel itu awalnya bukanlah pasar permanen, melainkan hanya pasar musiman yang kemudian berkembang tanpa pengelolaan yang jelas.
“Pengelolaan sampah pasar sangat buruk. Terkadang sampah dibiarkan menumpuk dan tidak diangkut hingga bermalam. Bau busuk dan lalat yang beterbangan membuat kami sangat terganggu,” keluh Ita.
Menanggapi keluhan warga, Lurah Beringin Jaya, Fajar Apriansyah, menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah menerima banyak laporan dari masyarakat.
“Saya telah turun langsung ke lapangan untuk meninjau pengelolaan pasar, terutama terkait pembuangan sampah. Terkait sampah yang menumpuk pada 24 September lalu, hal itu terjadi karena kendaraan pengangkut sampah sedang dalam kondisi rusak, sehingga pengangkutan tertunda,” jelasnya.
Terkait legalitas pasar, Fajar menyatakan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti, karena ia baru dilantik menjadi Lurah pada 3 Januari 2023, sementara pasar tersebut sudah beroperasi sejak lama.
Pengelolaan pasar ini bukan di bawah kewenangan kelurahan, melainkan UPT. Namun saya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti laporanwarga,” lanjutnya. (Lita)
