Etik News | Bandar Lampung — Provinsi Lampung bersiap menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Real Estat Indonesia (REI) ke-54 yang akan digelar pada 5–8 Mei 2026.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, saat memimpin rapat persiapan bersama pimpinan OPD, pengurus DPD REI Lampung, Dekranasda, serta pihak pendukung kegiatan di Kantor Dekranasda Provinsi Lampung, Jumat (17/04/2026).
Kegiatan berskala nasional ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya pada sektor properti, pariwisata, UMKM, dan jasa.
Rangkaian HUT REI ke-54 akan dihadiri pelaku industri properti dari seluruh Indonesia serta sejumlah pemangku kepentingan strategis. Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi organisasi, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Selain itu, akan digelar business forum sebagai wadah menjalin kemitraan dan peluang investasi. Forum ini diharapkan mampu mendorong kabupaten/kota di Provinsi Lampung untuk menangkap peluang kerja sama, baik di sektor properti maupun bidang lainnya.
Pemberdayaan UMKM lokal juga menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Dekranasda Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh, khususnya dalam mempromosikan produk unggulan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional.
Tak hanya itu, ajang ini juga menjadi sarana promosi pariwisata Lampung. Sejumlah destinasi unggulan akan diperkenalkan kepada peserta melalui agenda tur wisata, seperti Gunung Krakatau, Pulau Pahawang, dan Taman Nasional Way Kambas.
Dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah, kegiatan ini diperkirakan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian lokal, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga industri kreatif.
Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pemangku kepentingan terus mematangkan persiapan guna memastikan kelancaran dan kesuksesan acara. Momentum ini diharapkan mampu memperkuat promosi potensi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
(***)












