ETIK NEWS- Lampung kembali diguncang kabar panas soal kasus korupsi! Tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menyita berbagai barang mewah hingga kendaraan dari enam lokasi rumah mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadona (DR). Penyitaan ini terkait dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Air Minum dan pengembangan SPAM Jaringan Perpipaan di Pesawaran tahun 2022.
Nilai aset yang diamankan tembus Rp45,27 miliar! Barang-barang yang disita meliputi delapan unit kendaraan roda dua dan roda empat, uang tunai dalam rupiah dan dolar Amerika, puluhan sertifikat tanah, sejumlah properti, bahkan tas branded dan emas yang bikin publik melongo.
Armen Wijaya, Asisten Pidana Khusus Kejati Lampung, bilang operasi penggeledahan ini tersebar dari Bandar Lampung sampai Pesawaran, mencakup wilayah Tanjung Karang Timur, Tanjung Karang Barat, Rajabasa, Kemiling, Gedong Tataan, hingga Way Lima. “Ini upaya tegas untuk memberikan efek jera bagi pelaku korupsi sekaligus memulihkan kerugian negara,” ujarnya Rabu, 10 Desember 2025.
Yang paling bikin heboh adalah penyitaan tas mewah dan emas dari rumah dinas mantan bupati. Armen memastikan bahwa semua aset terkait bakal dibahas lebih rinci di persidangan. Selain itu, nilai kerugian awal yang tercatat Rp8,3 miliar terus naik seiring pendalaman penyidikan, termasuk penerapan pasal tambahan terkait barang bukti yang diamankan.
Belum selesai, Kejati Lampung juga tengah menelisik kemungkinan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait aset DR. Lima tersangka telah ditetapkan, yaitu mantan Bupati Pesawaran DR, Kepala Dinas PUPR Pesawaran ZF, dan tiga rekanan berinisial SA, S, dan AL. Penyidikan masih jalan dan Kejati menargetkan kasus ini segera masuk tahap penuntutan.
Kasus ini bermula pada 2021 saat Pemkab Pesawaran mengajukan DAK Fisik senilai Rp10 miliar ke Kementerian PUPR untuk proyek air bersih. Namun, proyek yang seharusnya meningkatkan akses air bersih itu diduga dimanipulasi, memicu dugaan korupsi yang kini tengah dibongkar Kejati Lampung.
Publik kini menantikan kelanjutan kasus ini, termasuk kemungkinan aset tambahan yang bakal disita dan langkah hukum selanjutnya. Drama hukum ini jelas bikin geger, karena gabungan barang mewah, miliaran rupiah, dan tersangka eks pejabat bikin kasus ini jadi sorotan nasional.***







